Program kami
Pengembangan Kampung Budaya Sunda Berbasis Angklung Ciseupan
Pengembangan Kampung Budaya Sunda Berbasis Angklung Ciseupan
(Integrasi Konservasi Bambu Hitam, Budaya, dan Ekonomi Kreatif Komunitas)
Fokus SDGs:SDG 11 (Sustainable Cities & Communities), SDG 12 (Responsible Consumption & Production), SDG 13 (Climate Action), SDG 15 (Life on Land)
Ruang Lingkup Program
Program Kampung Budaya Sunda Berbasis Angklung Ciseupan merupakan inisiatif pengembangan sosial-budaya yang terintegrasi dengan restorasi bambu hitam (Gigantochloa atroviolacea) sebagai bahan baku utama pembuatan alat musik angklung khas Sunda.
Program ini dirancang sebagai hilirisasi non-konstruksi bambu hitam, menghubungkan konservasi sumber daya alam dengan pelestarian budaya, pendidikan, dan ekonomi kreatif desa. Kampung Ciseupan diposisikan sebagai ruang hidup budaya (living cultural landscape) di mana praktik seni, lingkungan, dan ekonomi lokal tumbuh secara beriringan.
Komponen utama program meliputi:
- Pemanfaatan bambu hitam hasil restorasi untuk pembuatan angklung
- Pelatihan pembuatan dan perawatan alat musik angklung
- Penguatan kelompok seni angklung berbasis komunitas
- Edukasi budaya Sunda untuk anak dan pemuda desa
- Pengembangan wisata budaya dan pertunjukan edukatif
Indikator Dampak Utama
- Jumlah rumpun bambu hitam yang dikelola khusus untuk kebutuhan budaya
- Jumlah set angklung yang diproduksi dari bambu hitam hasil restorasi
- Jumlah seniman lokal, pemuda, dan anak yang terlibat dalam kelompok angklung
- Jumlah kegiatan latihan, pertunjukan, dan kelas edukasi budaya
- Peningkatan pendapatan komunitas dari kegiatan seni dan wisata budaya
- Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap nilai konservasi bambu dan budaya lokal
Kontribusi terhadap SDGs
- SDG 11 – Sustainable Cities & Communities
Memperkuat identitas budaya lokal dan menjadikan desa sebagai pusat budaya hidup yang berkelanjutan.
- SDG 12 – Responsible Consumption & Production
Pemanfaatan bambu hitam secara bertanggung jawab sebagai bahan baku terbarukan untuk produk budaya bernilai tinggi.
- SDG 13 – Climate Action
Konservasi bambu hitam berkontribusi pada penyerapan karbon sekaligus adaptasi perubahan iklim melalui pelestarian vegetasi.
- SDG 15 – Life on Land
Restorasi dan pengelolaan bambu hitam mendukung perlindungan keanekaragaman hayati dan ekosistem darat.
